Teknik Sipil, Membuka Cakrawala, Menghadapi Tantangan

Penyediaan infrastruktur seperti prasarana umum merupakan salah satu langkah yang diyakini menjadi suatu kebutuhan penting saat ini. Keberadaan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, bendungan dan irigasi, perumahan, serta infrastruktur lainnya berupa layanan angkutan publik, listrik, dan air minum merupakan kebutuhan dasar guna mencapai perkembangan-perkembangan lainnya.

Prasarana transportasi dapat meningkatkan mutu fasilitas dan kesempatan di bidang pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, efisiensi biaya konstruksi dan bahan bangunan diyakini dapat mengurangi jumlah desa tertinggal dan prasarana dengan kualitas buruk.  Kelangsungan produksi bahan pangan dapat dijamin bila tersedia fasilitas irigasi serta layanan transportasi dengan jumlah dan kualitas  yang memadai.

Kemudian, hasil produksi pertanian dapat ditingkatkan nilainya jika tersedia prasarana transportasi yang memadai.

Berbagai persoalan lain mulai dari kemacetan lalu lintas hingga upaya menjadikan kota dan desa sebagai tempat tinggal yang layak dan membahagiakan dapat diselesaikan dengan adanya insfrastuktur yang memadai. Bukti nyata dari beragam permasalahan sehari-hari masyarakat menjadi mudah untuk dimengerti sebagai sebuah awareness bahwa penyediaan infrastruktur akan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat.

Untuk menyediakan infastruktur yang baik dalam hal kualitas dan kuantitas, diperlukan tenaga ahli yang sesuai dan memadai. Teknik Sipil merupakan keilmuan teknik yang berkecimpung dan berperan sentral dalam mengembangkan tenaga ahli untuk menyediakan dan mengelola infrastruktur tersebut.

Kini, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur. Hal ini menunjukkan kebutuhan akan tenaga ahli akan semakin meningkat. Pemerintah melalui berbagai kementeriannya juga mendorong pengembangan tenaga ahli dengan kemampuan dan keahlian yang mampu menangani persoalan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur.

Tenaga ahli tersebut tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan keahlian yang standar. Mereka yang berkecimpung dalam dunia penyediaan infrastruktur perlu memiliki pemahaman dan cakrawala yang luas. Mereka harus dapat menghadapi tantangan perubahan dan persaingan yang semakin berat dan semakin kompleks.

Ahli transportasi tidak cukup hanya memiliki kemampuan mendesain fasilitas transportasi misalnya jalan, tetapi juga harus memiliki pemahaman mengenai keuangan, investasi, lingkungan, bahkan persoalan budaya.

Begitu pula dengan ahli sumber daya air yang tidak hanya mampu menghitung kebutuhan air tetapi memiliki pemahaman dan cakrawala tentang budaya pengelolaan air yang sesuai kebijakan lokal, memahami risiko dalam investasi, bahkan pengetahuan tentang sumber-sumber pendanaan.

Kemudian, ahli struktur bangunan tidak cukup jika hanya mampu mendesain gedung berlantai banyak, tetapi mereka juga didorong untuk memiliki pemahaman komprehensif tentang isu efisiensi, pemanasan global, maupun pencarian material konstruksi yang berkelanjutan.

Kembangkan SDM

Program Studi (Prodi) Magister Teknik Sipil (MTS) dan Doktor Teknik Sipil (DTS) di Sekolah Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyediakan kesempatan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang penyediaan infrastruktur.

Dengan pengalaman, sumber daya, jaringan, dan pengetahuan yang dimiliki, Prodi MTS dan DTS menawarkan cakrawala baru dalam persoalan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia. Saat ini, kedua prodi tersebut terlibat langsung dalam mendidik para tenaga ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) yang menunjukkan kontribusi nyata dalam mempersiapkan pelaku pembangunan infastruktur dengan keilmuan terbaru.

Adapun kerja sama penelitian tersebut menawarkan wawasan baru dalam meneliti dan mengembangkan keilmuan dengan berbagai lembaga di luar negeri. Keterlibatan tenaga pengajar dengan berbagai lembaga kunci di penyediaan dan pengelolaan infrastruktur mendekatkan persoalan nyata di lapangan dengan pengembangan keilmuan. Selain itu, keterlibatan staf pengajar dalam berbagai kegiatan profesional di lapangan memberikan kontribusi nyata dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Kedua prodi ini meyakini bahwa kesempatan terbuka bagi siapa saja yang berkeinginan untuk mengembangkan diri dan menghadapi kompetisi dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia. Melalui pengembangan SDM bagi penyediaan infrastruktur, diharapkan dapat membantu membuka wawasan dengan cakrawala baru dalam konteks kebijakan lokal maupun global.

Lebih lanjut, Prodi MTS dan DTS mendorong para insan Indonesia yang tertantang untuk berkembang dan berkontribusi di bidang infrastruktur untuk turut bersama membuka cakrawala, menghadapi tantangan. [*]

 

Sumber: Kompas – Griya Ilmu (Selasa, 7 Juni 2016)

X