Studi Empiris dalam Sistem Pengendalian Internal Perusahaan

Beberapa tahun terakhir, regulasi atas pelaporan perusahaan mengalami perubahan. Perubahan ini muncul sebagai bentuk reaksi atas skandal pelaporan dan kekurangan yang dirasakan selama terjadinya beberapa kali krisis keuangan di berbagai belahan dunia. Pada Agustus 2012, pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) telah mengeluarkan aturan terkait penyampaian laporan tahunan. Salah satu komponen yang harus diungkap dalam laporan tahunan menurut peraturan tersebut adalah terkait pengendalian internal.

Pada praktiknya, penafsiran dan pelaksanaan atas aturan tersebut bervariasi di antara perusahaan yang menjual sahamnya kepada publik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski bersifat wajib, namun rincian isi pengungkapan tersebut tidak diatur secara spesifik sehingga kedalaman dan keluasan pengungkapan itu bersifat sukarela.

Amelia Setiawan, Kandidat Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kemudian melakukan penelitian bertajuk “Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan terhadap Pengungkapan Sistem Pengendalian Internal” (Studi Empiris pada Laporan Tahunan Perusahaan Publik yang Termasuk dalam IDX30 dan Non-IDX30 – Periode 2012-2014). Penelitian ini meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan pengendalian internal perusahaan di laporan tahunannya. Ditemukan hasil bahwa komite audit berpengaruh tidak langsung melalui dewan komisaris, kinerja keuangan berpengaruh tidak langsung melalui dewan komisaris, regulator berpengaruh tidak langsung melalui dewan komisaris, dan auditor independen berpengaruh tidak langsung melalui audit internal.
Sidang Disertasi Terbuka Doktor Ilmu Ekonomi Unpar untuk penelitian ini akan diadakan pada  Senin, 13 Juni 2016, pukul 15.30 bertempat di Aula Lantai 1, Gedung Sekolah Pascasarjana Unpar.

X