Pembukaan MHI Sebagai Jawaban Tantangan Isu Global

Isu global semakin beragam. Berubah tidak hanya pada isu tradisional, tetapi juga meluas pada isu baru yang bersifat nontradisional. Selain keamanan, isu di bidang lain terus berkembang, baik dari aspek ekonomi, politik, maupun sosial.

Isu-isu tradisional hubungan internasional biasanya terbatas pada isu-isu keamanan, artinya segala hal yang terkait dengan dunia militer. Sementara itu, isu nontradisional juga berkembang dan memberikan ancaman bagi kestabilan keamanan dunia.

Isu-isu non-tradisional umumnya bersifat lebih luas seperti isu terorisme, perdagangan manusia, perdagangan narkoba, konflik SARA, economic insecurity,  degradasi lingkungan, dan lainnya. Isu-isu ini dalam penyelesaiannya melibatkan “aktor” non-negara, baik dari perusahaan multinasional, organisasi internasional, organisasi non-pemerintah, maupun individu.

Untuk menjawab segala tantangan isu global yang terus berkembang, maka Sekolah Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memandang perlu untuk dibukanya Program Magister Ilmu Hubungan Internasional (MHI). Program ini diselenggarakan dengan melihat kebutuhan analisis hubungan internasional yang akurat dan reliable serta adanya kebutuhan tenaga ahli di lingkungan pemerintahan, organisasi masyarakat sipil (civil society organization), maupun dunia bisnis dan ekonomi internasional.

Dihadirkannya program tersebut didasari oleh tujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan konsep ilmu, teknologi, dan seni baru di bidang keahliannya melalui penelitian, khususnya terkait berbagai masalah keamanan nontradisional; memiliki kemampuan mengelola, memimpin, dan mengembangkan program penelitian; serta memiliki kemampuan pendekatan interdisipliner dalam bekerja di bidang keahliannya.

Unpar ingin terus memberikan kontribusi pada perkembangan studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) seperti yang juga sudah dilaksanakan oleh beberapa perguruan tinggi lain baik di dalam maupun luar negeri yang juga memiliki program studi serupa.

Program MHI diselenggarakan dengan visi untuk menjadi komunitas akademik dalam Ilmu HI yang unggul dan terpercaya. Hal tersebut dibarengi dengan komitmen untuk memadukan wawasan sumber daya lokal, nasional, maupun global untuk membangun kekuatan dan daya saing bangsa di tingkat regional maupun global, serta didukung misi untuk menjadi penyelenggara pendidikan tingkat magister yang dapat menghasilkan lulusan yang profesional, berkualitas, penuh percaya diri, berintegritas dan kompeten dalam bidang HI, terutama dalam era globalisasi khususnya dengan penerapan ASEAN Community 2015.

Program ini memiliki tiga pilihan konsentrasi yakni Politik dan Keamanan, Ekonomi Politik Internasional, serta Organisasi Internasional dan Tata Kelola Global. Konsentrasi Politik dan Keamanan didesain untuk mereka yang memiliki ketertarikan lebih pada bidang tersebut untuk mempelajari perluasan konsep keamanan dengan berfokus pada Welsh School dan Copenhagen School yang membahas isu-isu terkait aktor non-negara seperti terorisme, human trafficking, kejahatan transnasional, keamanan manusia, dan lingkungan hidup.

Untuk konsentrasi Ekonomi Politik Internasional, akan dilihat bagaimana hubungan internasional dari dimensi ekonomi-politik dengan beberapa fokus bidang ilmu seperti fair trade, the politics of labour relations, dan the political economy of industrialization. Ekonomi dan Politik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam Ilmu Hubungan Internasional, maka penting untuk melihat keduanya dalam dimensi yang sama.

Berbicara mengenai hubungan internasional juga tidak terlepas dari peranan dan hubungan yang terjadi antar “aktor” non-negara seperti pada organisasi internasional, organisasi kemasyarakatan, serta individu yang berpengaruh dalam tata kelola global. Konsentrasi Organisasi Internasional dan Tata Kelola Global dihadirkan dengan fokus pada isu-isu seperti perubahan sosial, jender, migrasi, dan penanganan bencana.

Dengan diadakannya program MHI oleh Unpar, hal ini menunjukkan bagaimana kontribusi salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung ini dalam hal menciptakan individu-individu unggul yang memiliki kompetensi mumpuni dalam bidang Ilmu HI. Melalui tiga bidang konsentrasi yang didasarkan pada kebutuhan dunia hubungan internasional saat ini, nantinya diharapkan akan lahir pemikiran-pemikiran cemerlang dari para peserta didik, baik melalui publikasi penelitian, maupun dalam praktik kerja sehari-hari secara langsung.[*]

 

Sumber: Kompas – Griya Ilmu (Selasa, 31 Mei 2016)

X